Berita Terbaru
BAZNAS Bengkalis dan Gerakan Pramuka Kolaborasi Gerakkan Budaya Berinfak
BENGKALIS — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bengkalis menyerahkan sebanyak 200 kaleng infak kepada Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kwarran. Gerakan Pramuka Kecamatan Bengkalis. Penyerahan tersebut dilaksanakan di Kantor BAZNAS Kabupaten Bengkalis, Kamis (18/9/2025).
Kaleng infak secara simbolis diserahkan oleh Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bengkalis kepada Ketua Kwarran Gerakan Pramuka Kecamatan Bengkalis, Fitra Rama, didampingi Ketua UPZ Kwarran, Nurul Huda. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kabag Pengumpulan BAZNAS Kabupaten Bengkalis, Daeng Muhammad Thalib Johari.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bengkalis menyampaikan bahwa program kaleng infak merupakan salah satu upaya untuk memudahkan layanan pengumpulan zakat, infak dan sedekah dari masyarakat. Menurutnya, kolaborasi bersama Kwarran Gerakan Pramuka Kecamatan Bengkalis akan semakin memperluas manfaat sekaligus menjadi sarana pendidikan karakter bagi generasi muda melalui Gerakan Pramuka.
“Program kaleng infak ini adalah upaya nyata BAZNAS untuk mendekatkan layanan pengumpulan zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat. Dengan dukungan UPZ Kwarran Gerakan Pramuka Kecamatan Bengkalis, kami berharap gerakan kebaikan ini dapat semakin meluas dan menjadi sarana pendidikan karakter bagi generasi muda, khususnya melalui Gerakan Pramuka,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Kwarran Gerakan Pramuka Kecamatan Bengkalis, Fitra Rama, menyambut baik amanah yang diberikan BAZNAS Kabupaten Bengkalis. “Kaleng infak ini akan kami distribusikan ke gugus depan dan unit Pramuka lainnya, agar para anggota Pramuka dapat ikut menggerakkan budaya berbagi sejak dini. Semoga langkah ini membawa keberkahan bagi umat,” ungkapnya. (HUM-BAZNAS-BKS)
BERITA18/09/2025 | Wan Aditya Dwi Kurniawan, S.Tr.Kom.
Momen Pengukuhan MUI Bukit Batu, Kaum Dhuafa Terima Bantuan Sembako dari BAZNAS Bengkalis.
BUKIT BATU— Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bengkalis melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) MUI Kabupaten Bengkalis menyalurkan sebanyak 25 paket sembako kepada kaum dhuafa. Penyaluran tersebut dilaksanakan bertepatan dengan acara pengukuhan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Bukit Batu di Masjid Al-Amin, Sungai Pakning, Sabtu (13/9/2025).
Paket sembako secara simbolis diserahkan oleh Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bengkalis.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bengkalis menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan peran BAZNAS dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, sekaligus sebagai bentuk sinergi bersama MUI untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi umat.
“Alhamdulillah, pada momentum yang penuh berkah ini kita dapat menyalurkan 25 paket sembako untuk saudara-saudara kita yang membutuhkan. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban mereka, sekaligus menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus menebar kebaikan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, BAZNAS Bengkalis terus berkomitmen dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah agar dapat tepat sasaran dan dirasakan langsung oleh masyarakat yang berhak menerima. (HUM-BAZNAS-BKS)
BERITA13/09/2025 | Bagas M, S.Sos.
Momentum Maulid Nabi, BAZNAS Bengkalis Berbagi Kebahagiaan dengan 43 Anak Yatim
BENGKALIS – Sebagai wujud kepedulian dan semangat berbagi, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bengkalis menyalurkan santunan sebesar Rp4,3 juta kepada 43 anak yatim. Penyaluran ini dilakukan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) MI Ibtidaul Huda Desa Teluk Papal, Kecamatan Bantan, pada Sabtu (13/9/2025).
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang mengangkat tema “Meneladani Akhlak serta Meningkatkan Kecintaan kepada Rasulullah SAW”. Ceramah agama disampaikan oleh Ustadzah Lisa Rahayu yang mengajak jamaah untuk meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Santunan kepada anak yatim secara simbolis diserahkan langsung oleh Kepala Bagian Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Bengkalis, Nia Sarah. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya bentuk kepedulian terhadap anak yatim, tetapi juga upaya BAZNAS untuk terus menumbuhkan semangat kebersamaan dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.
“Melalui santunan ini, kami berharap dapat memberikan kebahagiaan serta meringankan beban adik-adik kita. Semoga menjadi motivasi bagi kita semua untuk semakin meningkatkan kepedulian terhadap dhu'afa sebagaimana keteladanan Rasulullah SAW,” ujar Nia Sarah.
Selain mempererat tali silaturahmi, momentum ini juga menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian sosial di tengah-tengah masyarakat Desa Teluk Papal. (HUM-BAZNAS-BKS)
BERITA13/09/2025 | Bagas M, S.Sos.
BAZNAS Bengkalis Sosialisasi Zakat, Infak, Sedekah dan Dana Sosial Keagamaan di Kelurahan Gajah Sakti
MANDAU, 10 September 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bengkalis menggelar kegiatan sosialisasi zakat, infak, sedekah serta dana sosial keagamaan lainnya sekaligus pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Kelurahan Gajah Sakti Kecamatan Mandau. Acara berlangsung di Kantor Lurah Gajah Sakti pada Rabu (10/09/2025).
Kegiatan dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Bengkalis, Ismail, didampingi Kepala Kantor Layanan BAZNAS Bengkalis Wilayah Duri, Faruk Baihaqi Muhammad, Kepala Bagian Pengumpulan, Daeng Muhammad Thalib Johari, Relawan BAZNAS Bengkalis, Muhammad Syafiq serta Relawan Kantor Layanan, Herman Toni.
Selain sosialisasi, BAZNAS Bengkalis juga menyalurkan bantuan paket sembako kepada para dhuafa di wilayah Kelurahan Gajah Sakti sebagai bentuk kepedulian sosial dan wujud nyata pemanfaatan dana zakat.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Bengkalis, Ismail, menyampaikan bahwa keberadaan UPZ di kelurahan/desa sangat penting untuk memperkuat peran masyarakat dalam menunaikan kewajiban zakat. “Pembentukan UPZ di Kelurahan Gajah Sakti ini merupakan langkah strategis agar pengumpulan dan pendistribusian zakat bisa lebih terarah, transparan dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Zakat, infak, sedekah dan dana sosial keagamaan lainnya tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga berfungsi sosial untuk membantu mengurangi kemiskinan,” jelas Ismail.
Ismail juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya di Kelurahan Gajah Sakti, untuk bersama-sama mendukung keberadaan UPZ dan menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS, sehingga pengelolaan dana umat lebih optimal, amanah dan berdampak luas. Dengan adanya UPZ di Kelurahan Gajah Sakti, diharapkan akan semakin banyak muzaki yang tergerak menunaikan zakatnya dan semakin banyak mustahik yang dapat merasakan manfaatnya. (HUM-BAZNAS-BKS)
BERITA10/09/2025 | Bagas M, S.Sos.
Tak Hanya Jaga Keamanan, Polres Bengkalis Juga Jaga Kemaslahatan Lewat Zakat
POLRES BENGKALIS – Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Polres Bengkalis kembali menunjukkan kepedulian sosialnya dengan menyalurkan zakat sebesar Rp125.366.000 kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bengkalis pada Selasa, 9 September 2025. Penyerahan dilakukan secara langsung oleh Kapolres Bengkalis, AKBP Budi Setiawan, dan diterima secara simbolis oleh Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bengkalis.
Kapolres Bengkalis, AKBP Budi Setiawan, menyampaikan bahwa zakat tersebut merupakan hasil pengumpulan dari para personel Polres Bengkalis melalui UPZ. Ia berharap zakat yang dititipkan dapat memberi manfaat luas bagi masyarakat yang membutuhkan. “Semoga zakat ini bermanfaat bagi penerimanya dan menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun kemaslahatan umat. Sinergi ini semoga terus terjalin dengan baik,” ujarnya.
Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bengkalis memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi Polres Bengkalis. Menurutnya, langkah ini menjadi teladan bahwa aparat kepolisian tidak hanya menjalankan tugas menjaga keamanan, tetapi juga turut serta memperhatikan kesejahteraan sosial masyarakat. Ia menegaskan bahwa zakat yang terkumpul akan disalurkan sesuai ketentuan syariah agar tepat sasaran dan memberi dampak nyata.
Penyerahan zakat ini sekaligus menjadi bukti bahwa kolaborasi antara institusi kepolisian dan lembaga amil zakat dapat menjadi kekuatan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya dukungan berbagai pihak, BAZNAS Bengkalis optimis program pemberdayaan umat bisa berjalan lebih optimal, sementara Polres Bengkalis menunjukkan komitmennya untuk hadir sebagai pelindung, pengayom, sekaligus mitra masyarakat dalam kebaikan.
Lebih dari sekadar kewajiban, penyaluran zakat ini juga mencerminkan nilai kebersamaan dan kepedulian yang harus terus dijaga. Semangat gotong royong dari aparat kepolisian dan lembaga zakat diharapkan mampu menginspirasi elemen masyarakat lain untuk berkontribusi, sehingga keberkahan dapat dirasakan secara lebih merata di Kabupaten Bengkalis. (HUM-BAZNAS-BKS).
BERITA09/09/2025 | Bagas M, S.Sos.
BAZNAS Bengkalis Dorong Kemandirian Ekonomi Mustahik Lewat Budidaya Lele
BENGKALIS – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bengkalis melaksanakan kegiatan evaluasi dan monitoring terhadap program budidaya ikan lele yang dijalankan oleh Kelompok Izdihar, salah satu kelompok binaan zakat produktif yang berlokasi di Desa Wonosari, Kecamatan Bengkalis, pada (Sabtu, 06/09/2025).
Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa bantuan dan pendampingan yang telah diberikan oleh BAZNAS dapat berjalan secara optimal, serta memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kesejahteraan mustahik melalui sektor budidaya perikanan.
Dalam kegiatan tersebut, tim dari BAZNAS Kabupaten Bengkalis melakukan peninjauan langsung ke lokasi kolam budidaya, berdialog dengan anggota kelompok, serta melakukan evaluasi terkait perkembangan usaha, kendala yang dihadapi, dan rencana pengembangan ke depan.
Ketua BAZNAS Kabupaten Bengkalis, Ismail, menegaskan bahwa program zakat produktif seperti budidaya lele ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam memberdayakan umat, khususnya masyarakat prasejahtera.
“Monitoring dan evaluasi ini penting agar program berjalan tepat sasaran dan bisa terus berkembang. Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah dari zakat yang dikelola dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi mustahik,” ungkapnya.
Ketua Kelompok Izdihar menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang berkelanjutan dari BAZNAS. Menurutnya, program ini tidak hanya memberikan bantuan modal, tetapi juga membuka jalan menuju kemandirian ekonomi bagi para anggota kelompok yang mayoritas berasal dari kalangan mustahik.
“Alhamdulillah, kami sangat terbantu dengan program ini. Selain mendapatkan modal usaha, kami juga dibimbing agar bisa mengelola usaha budidaya lele dengan lebih baik,” ujarnya.
BAZNAS Kabupaten Bengkalis berharap, program budidaya lele ini dapat menjadi model pemberdayaan ekonomi yang bisa direplikasi di desa-desa lain, serta menjadi bukti nyata bahwa zakat dapat menjadi solusi dalam pengentasan kemiskinan. (HUM-BAZNAS-BKS).
BERITA07/09/2025 | Bagas M, S.Sos.
BAZNAS Bengkalis Gandeng Pramuka Perkuat Literasi ZIS dan DSKL
BENGKALIS - 4 September 2025 – Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bengkalis menghadiri sekaligus melaksanakan sosialisasi tentang Zakat, Infak, Sedekah (ZIS) dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) pada kegiatan Pengukuhan Kamabigus se-Kwartir Ranting Bengkalis dan Pergantian Antar Waktu (PAW) Dewan Kerja Ranting Bengkalis Tahun 2025 yang digelar di Kantor Camat Bengkalis, Kamis (04/09/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bengkalis menyampaikan pentingnya pemahaman dan peran aktif generasi muda, khususnya anggota Pramuka, dalam mendukung pengelolaan dan penyaluran ZIS serta DSKL untuk kesejahteraan masyarakat.
Acara ini turut dihadiri KAMABIRAN Bengkalis, Taufik Hidayat, serta KA KWARAN Bengkalis, Fitra Rama. Kehadiran tokoh-tokoh ini semakin memperkuat sinergi antara gerakan Pramuka dengan BAZNAS dalam membangun kesadaran berzakat dan kepedulian sosial.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para pembina dan adik-adik Pramuka dapat menjadi agen sosialisasi zakat di tengah masyarakat. Zakat bukan hanya kewajiban agama, tetapi juga instrumen untuk pemerataan kesejahteraan,” ungkap Wakil Ketua I BAZNAS Bengkalis.
Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Dengan adanya sinergi antara Pramuka dan BAZNAS, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya tangguh dalam keterampilan, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi demi terwujudnya Bengkalis Bermarwah, Maju dan Sejahtera. (HUM-BAZNAS-BKS)
BERITA04/09/2025 | Bagas M, S.Sos.
Bengkalis Gelar Aksi Bengkalis Peduli Palestina, Media Bersatu Galang Donasi
BENGKALIS- 4 September 2025 – Aksi solidaritas untuk Palestina kembali bergema di Kabupaten Bengkalis. Media 3K3 Group bersama Riau Pos Group dan RRI Pro 1 Bengkalis menginisiasi kegiatan penggalangan donasi bertajuk Bengkalis Peduli Palestina, Kamis (04/09/2025).
Ketua BAZNAS Kabupaten Bengkalis, Ismail, menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya aksi kemanusiaan ini. Ia menegaskan bahwa dukungan media dan pers menjadi kekuatan penting dalam menyuarakan kepedulian masyarakat Bengkalis terhadap penderitaan rakyat Palestina.
“BAZNAS Kabupaten Bengkalis menyampaikan terima kasih kepada Media 3K3 Group, Riau Pos Group dan RRI Pro 1 Bengkalis yang telah menginisiasi gerakan penggalangan donasi untuk Palestina. Peran media dalam gerakan kemanusiaan ini sangat luar biasa dan patut diapresiasi,” ungkap Ismail.
Sementara itu, Ketua Media 3K3 Group, Budhy Arto Buwono, menuturkan bahwa kegiatan ini lahir dari komitmen bersama insan pers di Bengkalis. Sebelumnya telah dilakukan rapat koordinasi bersama BAZNAS Kabupaten Bengkalis untuk memastikan bahwa hasil donasi akan disalurkan secara tepat melalui lembaga resmi.
“Kegiatan ini murni atas dasar kemanusiaan. Kami dari Media 3K3 Group, Riau Pos Group dan RRI Pro 1 Bengkalis bergerak dalam gerakan pers peduli Palestina. Donasi yang terkumpul nantinya akan kami salurkan melalui BAZNAS Kabupaten Bengkalis. Aksi ini dilaksanakan di beberapa titik, seperti persimpangan jalan, toko-toko, instansi dan lembaga, dengan semangat kebersamaan,” jelasnya.
Kegiatan penggalangan donasi yang dipayungi oleh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Media 3K3 Group ini menjadi wujud nyata kepedulian masyarakat Bengkalis terhadap saudara-saudara di Palestina. Harapannya, aksi solidaritas ini dapat menjadi energi bersama dalam meringankan beban penderitaan rakyat Palestina serta memperkuat nilai kemanusiaan dan ukhuwah Islamiyah. (HUM-BAZNAS-BKS)
BERITA04/09/2025 | Bagas M, S.Sos.
BAZNAS RI dan Ivan Gunawan Salurkan 25.000 Liter Air Bersih untuk Gaza
JAKARTA. (3/9/2025) – Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS RI) bersama desainer dan public figure Ivan Gunawan menyalurkan bantuan tahap pertama untuk warga Gaza, Palestina. Bantuan tersebut berupa 25.000 liter air bersih dan 800 porsi makanan siap saji, yang didistribusikan pada 1–2 September 2025.
Air bersih disalurkan di lima titik strategis, yakni Abu Hasirah Port, Al Sheikh Radwan, Al Rasheed, Palestine Stadium, dan Al Moataz Tower. Dari penyaluran ini, sedikitnya 1.562 jiwa menerima manfaat dengan rata-rata 16 liter per orang. Adapun makanan siap saji didistribusikan di Palestine Kamp dan Al Ikhwa Kamp dengan total 800 penerima manfaat.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menegaskan bahwa air dan makanan merupakan kebutuhan mendasar yang sangat dibutuhkan masyarakat Gaza. Ia menyebut distribusi ini sebagai bentuk nyata solidaritas bangsa Indonesia, sekaligus komitmen BAZNAS untuk terus melanjutkan program bantuan secara bertahap.
Sementara itu, Ivan Gunawan menyampaikan rasa syukurnya atas tersalurkannya bantuan tahap pertama dari event Love Hope for Humanity. Ia juga mengumumkan rencananya untuk turun langsung menyalurkan bantuan berikutnya melalui Mesir pada 8 September mendatang, seraya memohon doa keselamatan dan kesehatan selama perjalanan.
Ivan menegaskan bahwa bantuan ini merupakan simbol cinta dan kepedulian yang tidak mengenal batas. “Di tengah reruntuhan dan luka yang belum sembuh, setetes harapan hadir dalam bentuk bantuan yang insyaAllah mampu meringankan beban saudara-saudara kita di Palestina,” ungkapnya. (HUM-BAZNAS-BKS)
BERITA04/09/2025 | Bagas M, S.Sos.
Bupati Bengkalis Kasmarni Raih Penghargaan BAZNAS Award 2025
BENGKALIS – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bengkalis menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Bupati Bengkalis, Kasmarni, yang berhasil meraih penghargaan bergengsi dari BAZNAS RI pada ajang BAZNAS Award 2025.
Dalam perhelatan yang digelar di Jakarta, Kamis (28/8/2025), Kasmarni dianugerahi penghargaan sebagai Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad.
Ketua BAZNAS Kabupaten Bengkalis, Ismail, menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bukti nyata komitmen Bupati Bengkalis dalam mendukung penguatan gerakan zakat, infak, dan sedekah di Kabupaten Bengkalis. Dukungan yang konsisten dari pemerintah daerah, menurutnya, menjadi dorongan besar bagi BAZNAS dalam melaksanakan berbagai program pemberdayaan umat.
“Penghargaan ini adalah kebanggaan kita bersama. Atas nama keluarga besar BAZNAS Kabupaten Bengkalis, kami mengucapkan selamat kepada Ibu Bupati Kasmarni. Semoga penghargaan ini semakin memperkuat sinergi Pemerintah Daerah bersama BAZNAS dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui zakat,” ujar Ismail.
BAZNAS Kabupaten Bengkalis berharap, dengan penghargaan ini, dukungan dan kolaborasi antara Pemerintah Daerah dan BAZNAS semakin meningkat sehingga manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat, khususnya di Negeri Junjungan. (HUM-BAZNAS-BKS)
BERITA28/08/2025 | Bagas M, S.Sos.
Program BAZNAS Sejalan dengan RPJMN 2025–2029
JAKARTA – Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Hj. Saidah Sakwan, MA, menegaskan bahwa program-program BAZNAS sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Menurutnya, dana sosial syariah, termasuk zakat, diarahkan untuk mendukung program prioritas pemerintah serta penanganan masalah sosial dan bencana, sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Hal ini disampaikan Saidah dalam Plenary Session “Capaian Kinerja 2020–2025 dan Isu Strategis Renstra Kedepan” pada Rakornas BAZNAS 2025 di Jakarta, Rabu (27/8/2025). Ia menjelaskan bahwa zakat tidak hanya berperan konsumtif, tetapi juga produktif untuk memberdayakan mustahik. “Distribusi konsumtif memang penting untuk kondisi darurat, tetapi pendayagunaan produktif adalah kunci bagi kemandirian mustahik,” tegasnya.
Dalam paparannya, Saidah memaparkan capaian BAZNAS 2020–2025 yang menunjukkan peningkatan signifikan. Selama pandemi 2021–2022, BAZNAS fokus pada pemulihan mustahik melalui bantuan langsung, ketahanan pangan, dan penguatan modal produktif. Sejak 2023 hingga 2024, program diarahkan pada pengentasan kemiskinan struktural melalui desa zakat, pengembangan ekonomi mustahik, dan dukungan bagi UMKM.
Saidah menargetkan pada 2026 tercapai proporsi ideal 50:50 antara pendistribusian konsumtif dan pendayagunaan produktif, dengan minimal 28 persen dana dialokasikan untuk pemberdayaan. Hal ini selaras dengan agenda Asta Cita Presiden dan RPJMN 2025–2029. Ia juga menyebut, pada 2024 penyaluran zakat nasional mencapai Rp39,48 triliun dan ditargetkan meningkat menjadi Rp45,5 triliun pada 2025, mencerminkan tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap zakat sebagai instrumen keuangan sosial.
Lebih lanjut, Saidah menekankan pentingnya menyelaraskan gerakan zakat dengan prioritas pembangunan pemerintah. Zakat dinilai strategis karena terkait dengan pengentasan kemiskinan, pengembangan wilayah, pembiayaan pembangunan, dan penguatan nilai kebangsaan. “Ini membuktikan bahwa pemerintah menghargai peran amil zakat di pusat maupun daerah sebagai mitra strategis dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan,” pungkasnya. (HUM-BAZNAS-BKS)
BERITA28/08/2025 | Bagas M, S.Sos.
Zakat Dinilai Berperan Penting dalam Pembangunan Nasional
JAKARTA – Plt. Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali, menegaskan zakat memiliki peran penting dalam pembangunan nasional. Hal ini ia sampaikan pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025 di Jakarta, Rabu (27/8/2025). Ia juga mengapresiasi kiprah BAZNAS yang konsisten dalam mengentaskan kemiskinan dan mengurangi ketimpangan.
Menurutnya, meski angka kemiskinan nasional telah turun di bawah 10 persen, persoalan ketimpangan masih menjadi pekerjaan rumah besar. Di sinilah zakat berperan penting, bukan hanya dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga program pemberdayaan agar masyarakat mampu mandiri dan keluar dari garis kemiskinan.
Pungkas menegaskan pentingnya sinkronisasi program BAZNAS dengan arah pembangunan pemerintah. Ia mendorong agar program BAZNAS di tingkat provinsi dan kabupaten/kota terintegrasi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), sehingga dapat memberikan daya ungkit yang lebih besar terhadap pencapaian target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
Lebih lanjut, ia menyoroti potensi zakat nasional yang sangat besar, yakni mencapai Rp327 triliun per tahun. Potensi ini harus dikelola secara optimal dengan membangun ekosistem yang mendorong masyarakat untuk tahu, mau, dan mampu menunaikan zakat. Faktor kepercayaan kepada lembaga pengelola zakat disebut sebagai kunci keberhasilan dalam mengoptimalkan potensi tersebut.
Pungkas menutup paparannya dengan menegaskan bahwa zakat dapat menjadi instrumen penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Dengan tata kelola yang baik dan dukungan teknologi digital, zakat diyakini mampu melengkapi keterbatasan APBN serta memberikan kontribusi besar bagi pengentasan kemiskinan dan pengurangan ketimpangan sosial di Indonesia. (HUM-BAZNAS-BKS)
BERITA28/08/2025 | Bagas M, S.Sos.
BPS: Kolaborasi dengan BAZNAS Strategis Tekan Angka Kemiskinan
JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dinilai memiliki peran strategis dalam menurunkan angka kemiskinan di Indonesia. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, menegaskan pentingnya kolaborasi antara BPS dan BAZNAS agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran dan benar-benar diterima para mustahik.
Hal itu disampaikan Amalia saat menjadi pemateri dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS RI hari kedua di Jakarta, Rabu (27/8/2025).
Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk Indonesia per 8 Agustus 2025 tercatat sebanyak 286,8 juta jiwa, dengan angka kemiskinan mencapai 23,85 juta orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 55 persen berada di lima provinsi, yaitu Jawa Timur (3,87 juta), Jawa Barat (3,6 juta), Jawa Tengah (3,3 juta), Sumatera Utara, dan Nusa Tenggara Timur.
“Jika dijumlahkan, ada 13,13 juta orang atau sekitar 55 persen dari penduduk miskin di Indonesia ada di lima provinsi tersebut,” jelas Amalia.
Amalia menuturkan, mayoritas masyarakat miskin berasal dari keluarga yang putus sekolah atau memiliki kepala rumah tangga lulusan SD. Sebagian besar bekerja di sektor pertanian (45,67 persen), sementara lainnya bekerja di sektor informal tanpa jaminan kesehatan.
“Jadi pendidikan itu penting untuk menjamin tingkat kesejahteraan sebuah keluarga,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah melalui Presiden Prabowo telah mendirikan sekolah rakyat bagi masyarakat miskin agar anak-anak tidak putus sekolah. Diharapkan, pendidikan dapat memutus rantai kemiskinan dari generasi ke generasi.
“Ini salah satu proses pemutusan rantai kemiskinan, jadi betapa pendidikan itu penting untuk menjamin kesejahteraan rumah tangga di generasi berikutnya,” kata Amalia.
Dalam kesempatan tersebut, Amalia juga menawarkan kerja sama BPS dengan BAZNAS melalui pemanfaatan Data Tunggal Kesejahteraan (DTSEN). Dengan kerja sama ini, penyaluran bantuan diharapkan lebih akurat karena BPS memiliki basis data masyarakat miskin, sementara BAZNAS akan terjun langsung menyalurkan bantuan kepada mustahik.
“Kalau kolaborasi ini terjadi maka ini menjadi bagian penting proses pemutakhiran DTSEN yang bisa kita lakukan bersama-sama, untuk memetakan di mana orang miskin berada, siapa mereka, dan apakah sudah mendapat bantuan atau belum,” jelasnya.
Amalia juga mengungkapkan empat komoditas utama yang berkontribusi besar terhadap garis kemiskinan, yaitu beras, telur ayam, daging ayam, dan mi instan.
“Kalau mau mengintervensi, membantu meringankan beban orang miskin, berdasarkan survei kami empat komoditas inilah yang paling berpengaruh,” pungkasnya.(HUM-BAZNAS-BKS)
BERITA28/08/2025 | Bagas M, S.Sos.
BAZNAS Dianggap Lebih Fleksibel, Pemerintah Harap Kolaborasi Diperkuat
JAKARTA – Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan bahwa BAZNAS merupakan mitra strategis pemerintah dalam pembangunan manusia. Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS RI 2025 yang digelar di Jakarta, Selasa (26/8/2025).
Menurut Pratikno, peran BAZNAS tidak hanya sebatas menyalurkan zakat, tetapi juga mampu mengisi ruang-ruang yang belum sepenuhnya dijangkau oleh pemerintah. BAZNAS dinilai memiliki fleksibilitas yang lebih tinggi dibanding birokrasi pemerintah yang kerap terbentur aturan dan proses panjang dalam merespons kebutuhan masyarakat.
“Pemda atau birokrasi pada umumnya tidak fleksibel untuk merespons suatu hal, karena harus ada perencanaan, anggarannya sudah dialokasikan, dan seterusnya. Tapi mungkin fleksibilitas bisa dilakukan di BAZNAS,” ungkap Pratikno.
Ia menjelaskan, sifat fleksibel yang dimiliki BAZNAS menjadi keunggulan tersendiri, terutama dalam menghadapi situasi darurat. Peran BAZNAS diharapkan dapat menutup kelemahan pemerintah yang tidak bisa bergerak cepat, khususnya untuk program-program yang sangat mendesak.
Pratikno menekankan bahwa sektor kesehatan, pendidikan, dan penanganan bencana merupakan bidang prioritas yang membutuhkan dukungan cepat dan tepat. Menurutnya, kontribusi BAZNAS di tiga sektor tersebut sangat fundamental untuk mengurangi risiko kerugian besar yang harus ditanggung masyarakat jika penanganannya terlambat.
“Kalau kesehatan dan bencana itu prioritas utama, karena risiko kerugian yang ditanggung publik terlalu besar. Peran BAZNAS di sini sangat fundamental,” ujarnya.
Lebih jauh, Pratikno berharap sinergi antara pemerintah dan BAZNAS tidak hanya berlangsung di tingkat pusat, melainkan juga dapat diperkuat di daerah. Dengan kehadiran BAZNAS di seluruh daerah, kolaborasi diyakini dapat melahirkan koalisi bersama antara pemerintah daerah, masyarakat, dan lembaga zakat untuk mengatasi persoalan pembangunan manusia.
“Kami mengharapkan sekali, kerja sama ini bisa mendorong munculnya koalisi di daerah dalam mengatasi persoalan-persoalan pembangunan manusia. Kalau BAZNAS ada tim yang kita bisa sama-sama membahas secara detail kerja sama, nanti dari kami siap,” pungkasnya. (HUM-BAZNAS-BKS)
BERITA28/08/2025 | Bagas M, S.Sos.
Lewat UPZ Nurul Iman, BAZNAS Bengkalis Salurkan Bantuan Kemanusiaan
BENGKALIS. BAZNAS Kabupaten Bengkalis melalui UPZ Mushalla Nurul Iman Desa Mentayan kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang berhak menerima. Penyaluran ini menjadi wujud nyata kepedulian BAZNAS dalam meringankan kebutuhan mustahik di tingkat desa. Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 13 mustahik menerima bantuan konsumtif bulanan senilai total Rp3,9 juta, dengan masing-masing mendapatkan Rp300 ribu sekali bantu. Selain itu, BAZNAS juga menyerahkan bantuan alat kesehatan berupa kursi roda kepada salah seorang mustahik atas nama Tini senilai Rp1,46 juta. Dua mustahik lainnya, yakni Sogiman dan Romadianto, mendapatkan bantuan konsumtif bulanan masing-masing Rp200 ribu. Bantuan tersebut diserahkan melalui Ketua UPZ Mushalla Nurul Iman Desa Mentayan, Danuri, untuk kemudian diteruskan kepada para penerima. Mewakili para mustahik, Bapak Danuri menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Bengkalis atas perhatian dan kepedulian yang terus diberikan kepada masyarakat. “Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti bagi para mustahik. Mereka merasa terbantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dan semakin yakin bahwa zakat yang ditunaikan para muzaki benar-benar sampai kepada yang membutuhkan. Atas nama penerima, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BAZNAS Kabupaten Bengkalis,” ujarnya. Melalui program ini, BAZNAS Kabupaten Bengkalis berharap manfaat zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan para muzaki semakin dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan. (HUM-BAZNAS-BKS)
BERITA27/08/2025 | Bagas M, S.Sos.
BAZNAS Luncurkan AAZRI, Target Himpun Zakat Rp66 Triliun pada 2026
JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi meluncurkan Asosiasi Amil Zakat Republik Indonesia (AAZRI) dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025 di Jakarta, Selasa (26/8/2025). AAZRI dibentuk untuk memperkuat peran amil zakat dari pusat hingga desa, guna mengoptimalkan potensi zakat nasional.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, mengatakan pembentukan AAZRI merupakan langkah strategis dalam mendukung pencapaian program Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.
“Jika tiap desa ada lima amil, dikalikan 80 ribu desa, jumlahnya sekitar 400 ribu amil. Ditambah amil di kota dan provinsi, total bisa mencapai satu juta amil,” ujar Kiai Noor.
Dengan penguatan peran amil, BAZNAS optimistis target penghimpunan zakat nasional sesuai RPJPN, yakni Rp66 triliun pada 2026, dapat tercapai.
Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, yang hadir dalam acara tersebut, menilai keberadaan AAZRI akan memberi dampak besar bagi kemajuan bangsa.
“Jika satu juta amil mampu menghimpun Rp10 juta per orang, maka dana Rp10 triliun bisa terkumpul dan langsung disalurkan untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Muzani, amil zakat adalah “pahlawan-pahlawan Indonesia” yang berperan strategis dalam memperkuat ketahanan bangsa melalui peningkatan kesejahteraan rakyat.
Acara peluncuran AAZRI turut dihadiri Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, serta lebih dari 1.200 peserta dari BAZNAS provinsi, kabupaten, dan kota se-Indonesia. (HUM-BAZNAS-BKS)
BERITA27/08/2025 | Bagas M, S.Sos.
Rakornas BAZNAS 2025: Zakat Pilar Keadilan Sosial Menuju Indonesia Emas 2045
JAKARTA. 26 Agustus 2025 – Presiden RI H. Prabowo Subianto melalui Menteri Agama RI Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar menegaskan komitmen pemerintah memperkuat peran zakat sebagai instrumen pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan umat. Hal itu disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS Tahun 2025 di Jakarta, Selasa (26/8).
Menteri Agama menilai zakat memiliki potensi besar mendukung pembangunan nasional. “Apabila seluruh potensi zakat, infak, sedekah, wakaf, fidyah, dan sumber dana umat lain dikelola optimal, kita berpotensi menghimpun hingga Rp500 triliun per tahun. Jumlah ini cukup untuk menghapus kemiskinan mutlak di Indonesia,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengumumkan rencana pendirian Lembaga Pemberdayaan Dana Umat (LPDU) sebagai pusat pengelolaan potensi keumatan. Gedung LPDU setinggi 40 lantai akan dibangun di kawasan MH Thamrin, Jakarta, sebagai simbol kebangkitan ekonomi umat sekaligus pusat kolaborasi antar-lembaga keumatan.
Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani menambahkan, pengentasan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, hingga usaha kecil adalah tanggung jawab negara. “BAZNAS hadir menggunakan otoritas negara untuk membantu mempercepat tercapainya tujuan bernegara. Negara kuat bukan hanya dilihat dari tentaranya, tapi dari rakyat yang sehat, sejahtera, dan berdaya,” tegasnya.
Ia menyebut, amil zakat memiliki peran strategis dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. “Apabila satu juta amil di seluruh Indonesia mampu menghimpun zakat rata-rata Rp10 juta, maka akan terkumpul Rp10 triliun langsung untuk kebutuhan umat. Para amil adalah pahlawan bangsa menjelang 100 tahun Indonesia Merdeka,” katanya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. K.H. Nur Ahmad memaparkan capaian empat pilar penguatan BAZNAS, yakni kelembagaan, SDM, infrastruktur, dan jaringan. Hasilnya terlihat dari penghimpunan zakat nasional yang naik dari Rp17 triliun (2021) menjadi Rp41 triliun (2025).
“Alhamdulillah, kepercayaan umat semakin tinggi. Di tingkat pusat saja, penghimpunan meningkat dari Rp517 miliar pada 2021 menjadi Rp1,2 triliun tahun ini, dengan target Rp1,3 triliun,” jelasnya. BAZNAS juga menyalurkan beasiswa bagi lebih dari 53 ribu penerima, menjalankan program Madrasah Layak Belajar, hingga merencanakan kehadiran kapal rumah sakit untuk wilayah perbatasan.
Dari sisi internasional, Perwakilan Dubes RI untuk Mesir M. Zaim A. Nasution menyoroti peran BAZNAS dalam misi kemanusiaan di Palestina. “Total penyaluran dana dari BAZNAS untuk Gaza mencapai lebih dari USD 5,5 juta melalui kerja sama dengan berbagai lembaga di Mesir. Ini bukti zakat umat Indonesia telah menjadi bagian dari solusi global,” ungkapnya.
Dalam Pembukaan Rakornas BAZNAS 2025 tersebut juga diluncurkan Buku Islam Ala Prabowo Subianto dan BAZNAS RI Meluncurkan 3 program pendidikan Yakni: Beasiswa 10.000 Santri, 1000 Madrasah Layak Belajar, Beasiswa Cendikia Dalam Negeri S1 sebanyak 1580 Mahasiswa dari 183 Kampus dan peluncuran dua buku BAZNAS yang berjudul, "Sebuah Mimpi Harapan dan Kenyataan", serta buku yang berjudul, "BAZNAS Untuk Negeri dan Dunia".
Peluncuran UPZ Desa seluruh Indonesia yakni BAZNAS RI membentuk satuan organisasi yakni Unit Pengumpul Zakat ditingkat desa yang bertujuan untuk menghimpun dan menyalurkan dana zakat, infak dan sedekah dari masyarakat desa seluruh Indonesia. Hingga saat ini telah terdaftar sebanyak 2.536 UPZ Kecamatan, 12.728 UPZ Desa/Kelurahan dan 41.504 UPZ Masjid.
Hari pertama Rakornas juga menghadirkan sesi bersama Menko PMK bertema “Zakat sebagai Pilar Keadilan Sosial dan Pemerataan dalam Visi Indonesia Emas 2045.” Mendagri turut menyampaikan materi tentang peran pemerintah daerah dalam zakat, sementara Kepala BPS memaparkan tren kemiskinan dan ketimpangan dalam perspektif kebijakan zakat nasional.
Rakornas dihadiri oleh pimpinan BAZNAS RI dan pimpinan BAZNAS dari 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota se-Indonesia, termasuk Ketua BAZNAS Kabupaten Bengkalis, Ismail. Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat sinergi pemerintah, ulama, dan masyarakat dalam mengoptimalkan zakat sebagai instrumen keadilan sosial menuju Indonesia Emas 2045. (HUM-BAZNAS-BKS).
BERITA26/08/2025 | Bagas M, S.Sos.
BAZNAS Bengkalis Lakukan Monitoring Mustahik di Kecamatan Rupat Utara
RUPAT UTARA. 21 Agustus 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bengkalis melaksanakan kegiatan evaluasi dan monitoring terhadap para mustahik penerima zakat produktif di Kecamatan Rupat Utara pada tanggal 20 hingga 21 Agustus 2025.
‎Kegiatan monitoring ini dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Bengkalis, Ismail, didampingi staf serta relawan, yakni M. Yusri dan M. Syafik. Selama dua hari, tim BAZNAS mengunjungi sejumlah penerima bantuan, mulai dari penerima zakat gerobak hingga mustahik penerima bantuan ternak sapi.
‎Ketua BAZNAS Kabupaten Bengkalis, Ismail, menjelaskan bahwa evaluasi lapangan ini penting dilakukan untuk memastikan bahwa setiap bantuan yang disalurkan benar-benar dimanfaatkan secara produktif.
Kami ingin melihat langsung bagaimana perkembangan usaha mustahik setelah menerima bantuan. Harapannya, zakat yang ditunaikan muzaki dapat memberi dampak nyata bagi peningkatan taraf hidup mustahik,” ujar Ismail.
‎Dalam kesempatan tersebut, para mustahik memberikan testimoni terkait manfaat yang mereka rasakan. Lasiyem, salah seorang penerima bantuan gerobak, mengaku terbantu dengan adanya fasilitas tersebut.
‎Alhamdulillah, dengan gerobak ini usaha saya berjualan jadi lebih mudah. Terima kasih kepada BAZNAS dan para muzaki yang sudah peduli,” ungkapnya.
‎Sementara itu, Puput Syahputra, penerima bantuan ternak sapi, menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian BAZNAS.
‎Saya berterima kasih atas bantuan sapi ini. InsyaAllah akan saya rawat sebaik-baiknya agar bisa berkembang dan bermanfaat bagi keluarga,” tuturnya.
‎Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, BAZNAS Bengkalis menegaskan komitmennya untuk menjaga agar program zakat produktif berjalan tepat sasaran, sekaligus mendorong mustahik menuju kemandirian sehingga kelak mampu menjadi muzaki. (HUM-BAZNAS-BKS)
BERITA21/08/2025 | Bagas M, S.Sos.
Sinergi BAZNAS dan Polres Bengkalis, 40 Satpam Terima Sertifikat Diksar Gelombang II Tahun 2025
BENGKALIS. Sebanyak 40 peserta Pendidikan dan Latihan Dasar (Diksar) Satpam gelombang ke-2 tahun 2025 secara resmi menerima sertifikat kelulusan dalam sebuah acara yang berlangsung di Kantor BAZNAS Kabupaten Bengkalis, Jalan Kelapapati Darat, Kamis (21/8/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari program sinergi antara BAZNAS Kabupaten Bengkalis dengan Polres Bengkalis.
Selain penyerahan sertifikat, acara juga dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepakatan spiritual antara BAZNAS Bengkalis dengan para peserta Diksar Satpam. Nota kesepakatan ini menjadi wujud komitmen bersama dalam membangun integritas, spiritualitas, serta tanggung jawab moral bagi para satpam dalam menjalankan tugas pengamanan di tengah masyarakat.
Wakil Ketua I BAZNAS Bengkalis, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa pelaksanaan Diksar Satpam ini bukan hanya bertujuan memberikan bekal keterampilan dan pengetahuan teknis di bidang pengamanan, tetapi juga membentuk karakter satpam yang memiliki nilai spiritual, jujur, dan amanah. Ia berharap, setelah menerima sertifikat, para satpam dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dan menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan lingkungan kerja maupun masyarakat.
Dari Polres Bengkalis, sambutan disampaikan oleh Kasat Binmas yang diwakili Kanit Binkamsa, AIPDA M. Ihsan Hutabarat. Dalam arahannya, beliau memberikan apresiasi kepada para peserta yang telah menyelesaikan pendidikan dengan baik. Ia menekankan bahwa satpam adalah mitra kepolisian yang memiliki peran penting dalam mendukung keamanan dan ketertiban masyarakat. Dengan adanya pembekalan ini, diharapkan para satpam mampu melaksanakan tugasnya dengan profesional, disiplin, dan penuh tanggung jawab.
Kegiatan juga disemarakkan dengan penyerahan penghargaan dari BAZNAS Kabupaten Bengkalis kepada Kapolres Bengkalis sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan kerja sama yang terjalin dalam program ini. Selain itu, PT. Praja Putra Wangsa, Pekanbaru, turut memberikan penghargaan kepada BAZNAS Bengkalis sebagai mitra sinergi yang berkomitmen dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pengamanan.
Ucapan terima kasih turut disampaikan para peserta Diksar Satpam kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, yakni Pemerintah Kabupaten Bengkalis, BAZNAS Bengkalis, Polres Bengkalis, serta PT. Praja Putra Wangsa, Pekanbaru. Para peserta merasa bangga sekaligus berterima kasih karena berkesempatan mengikuti pendidikan ini hingga akhirnya mendapatkan sertifikat resmi.
Acara turut dihadiri oleh Wakil Ketua III BAZNAS Bengkalis, Umayyah, beserta jajaran, yang memberikan dukungan penuh terhadap keberlangsungan program sinergi ini. Kehadiran 40 satpam yang telah lulus pendidikan menambah semangat tersendiri dalam acara, karena menjadi bukti nyata hasil kerja sama yang solid antara BAZNAS dan Polres Bengkalis dalam mencetak tenaga pengamanan yang tidak hanya terampil, tetapi juga berakhlak mulia.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kolaborasi BAZNAS dan Polres Bengkalis dapat terus berlanjut, tidak hanya dalam aspek pengamanan tetapi juga dalam membangun sumber daya manusia yang berintegritas, berjiwa sosial, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi Kabupaten Bengkalis. (HUM-BAZNAS-BKS)
BERITA21/08/2025 | Bagas M, S.Sos.
Ketua BAZNAS Bengkalis Tinjau Langsung Program Ternak Sapi Mustahik di Rupat
BENGKALIS. Rabu 20 Agustus 2025 – Ketua BAZNAS Kabupaten Bengkalis, Ismail, melaksanakan kegiatan evaluasi dan monitoring langsung terhadap program ternak sapi yang dikelola para mustahik di Kecamatan Rupat. Dalam kunjungan tersebut, Ismail meninjau usaha ternak sapi milik M. Nasir di Jalan Pemuda Kelurahan Pergam, usaha ternak sapi milik Nanang Yuliadi di Jalan Nelayan Kelurahan Terkul, ternak sapi milik Yunus Simangunsong di Jalan Mastari Kelurahan Sukarejo Mesim serta ternak sapi milik Jefri di Desa Putri Sembilan Kecamatan Rupat utara. Kegiatan ini turut didampingi oleh Staf BAZNAS Bengkalis, M. Yusri, serta Relawan, M. Syafiq.
Ketua BAZNAS Bengkalis, Ismail, menjelaskan bahwa monitoring ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab lembaga dalam memastikan dana zakat yang disalurkan benar-benar dikelola dengan baik dan memberi manfaat jangka panjang. “Kami ingin memastikan bahwa program yang diberikan tidak hanya berhenti pada bantuan, tetapi benar-benar menjadi jalan bagi para mustahik untuk mandiri secara ekonomi. Monitoring ini penting agar kita bisa mengevaluasi apa yang sudah berjalan baik, dan apa yang perlu diperbaiki ke depan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ismail menegaskan bahwa program ternak sapi yang dijalankan mustahik diharapkan dapat menjadi sumber penghasilan berkelanjutan, bukan sekadar bantuan sesaat. Dengan pengelolaan yang baik, hasil ternak bisa membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, menyekolahkan anak, hingga membuka peluang usaha baru. “Harapan kami, para mustahik yang hari ini dibantu bisa tumbuh menjadi muzaki di masa depan. Inilah tujuan besar zakat, mengangkat derajat kaum dhuafa agar suatu saat bisa membantu orang lain,” tambahnya.
BAZNAS Kabupaten Bengkalis berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan, pengawasan, serta memberikan pendampingan agar program ekonomi produktif berbasis zakat ini benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (HUM-BAZNAS-BKS)
BERITA20/08/2025 | Bagas M, S.Sos.

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Bengkalis.
Lihat Daftar Rekening →